Sepanjang aliran itu tidak bertentangan dengan agama, maka mereka akan diajak dan dibina untuk kembali kepada agamanya masing-masing.
“Kembali ke aturan kaidah agamanya masing-masing. Bersifat pembinaan aja,” terangnya.
Ia berharap kepada masyarakat NTT untuk segera memberikan informasi kepada aparat penegak hukum, jika mengetahui dan mendengar terkait adanya aliran atau kepercayaan yang sesat di wilayahnya.
Kepala Kesbangpol NTT, Jhon Oktavianus mengatakan, aliran atau kepercayaan sesat di Manggarai Barat itu berasal dari China, yang disebarkan oleh pasangan suami isteri.
“Di Manggarai Barat, aliran itu menyebar dari Cina sana. Jadi ada suami isteri, dimana suaminya itu mentuankan isterinya seperti Tuhan Yesus turun kedua kalinya di dunia. Dan berkembang melalui media sosial,” jelasnya.
Pemerintah daerah setempat bersama pihak kepolisian sudah melakukan upaya pendekatan, dengan mendatangi dan mengambil buku-buku mereka, serta menelusuri sejauh mana perkembangan aliran itu.
“Sudah ditangani pemerintah, dan sekarang dalam tahap pendekatan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat mereka sudah bisa melelaskan aliran itu untuk kembali ke agamanya masing-masing. Itu target kita,” ungkapnya.





Tinggalkan Balasan