“Demikian juga dengan Pesparawi yang dilaksanakan oleh umat Kristen. Ini adalah cara untuk mendorong umat membangun literasi Kitab Suci lewat perayaan keagamaan dan lomba,” kata H. Jamaludin Ahmad.
Bagi H. Jamaludin Ahmad, penunjukan dirinya yang beragama Islam menjadi Ketua Pesparani Nasional adalah sesuatu yang sangat berarti mengesankan. Ia menegaskan, ini adalah momentum untuk merajut kembali keanekaragaman di Nusa Tenggara Timur.
“Ini adalah bagian dari upaya memperkuat pijakan moral bangsa. Tidak dalam perspektif agama saja, tetapi ini adalah upaya memperkuat moral-moral bangsa menghadapi perkembangan dunia,” katanya.
Mantan Ketua NU 2 Periode ini menyatakan, dengan penunjukan dirinya sebagai Ketua Pesparani Nasional, Gubernur Viktor Laiskodat sebenarnya ingin mengirim pesan bahwa NTT memiliki kehidupan toleransi yang cukup bagus dan bisa menjadi contoh secara nasional.
“Bapak Gubernur ingin mengirim pesan bahwa rasa toleransi antar agama harus bisa dilakukan oleh semua pihak. Kita ingin pertajam dan merekatkan perbedaan-perbadaan yang terjadi di antara kita,” jelas H. Jamaludin Ahmad.







Tinggalkan Balasan