Menariknya di tengah aneka penghargaan yang disabet Bank NTT, manajemen Bank NTT pun menerapkan standar atau sistem untuk memberi penghargaan/reward dan sanksi/hukuman atau punishment kepada personil yang berkinerja baik dan buruk termasuk para pimpinan cabang.
“Saya tidak ingat rinciannya. Skorsing atau suspensi ini merupakan hukuman pemberhentian sementara dari kinerja yang dinilai. Kita memberi sanksi skorsing kepada tujuh pemimpin cabang untuk merefleksikan diri,” tegas Direktur Utama, Harry Alexander Riwu Kaho sebagaimana dilansir harian Victory News, Rabu (18/05/2022).
Menurut Harry Alexander Riwu Kaho, sistem evaluasi seperti ini dimaksudkan tidak saja untuk memperbaiki kinerja Bank NTT agar lebih baik tetapi (juga) supaya ada inovasi dan menjaga semangat pelayanan jasa perbankan.
Pendapat senada diungkapkan, Direktur Teknologi, Informasi dan Operasional Bank NTT, Drs. Hilarius Minggu. “Ada target-target yang perlu dicapai oleh pemimpin cabang, wakil pemimpin cabang hingga personil pada unit-unit kerja layanan Bank NTT. Kalau tidak capai target maka siap lepas jabatan,” kata Hilarius Minggu, (Ibid, harian Victory News).





Tinggalkan Balasan