Ruteng, KN – Nasib naas yang menimpa 10 orang warga sipil. Mereka menjadi korban penembakan oleh Kelompok Kriminalitas Bersenjata atau KKB.
Peristiwa berdarah itu terjadi Papua Kampung Nanggolait, Kabupaten Nduga, Sabtu 17 Juli 2022. Tidak hanya 10 orang yang tewas, 2 lainnya juga mengalami luka serius.
Satu dari sepuluh korban tewas bernama Yohanes Rangkas (26). Yohanes berasal dari Desa Bangka Ajang, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Ia juga merupakan putra keempat dari tujuh bersaudara dari pasangan Simon Len dan Elisabeth Pamul.
Yosep Kawe yang adalah saudara Yohanes menyebut, korban merantau ke Papua sejak tujuh tahun lalu. Selama merantau, korban belum pernah pulang ke kampung halamannya.
Meski demikian, pria lajang itu sering berkomunikasi dengan keluarganya di Bangka Ajang melalui sambungan telepon.
Bahkan sehari sebelum dikabarkan meninggal dunia, korban sempat menelepon keluarganya. Saat itu, Yohanes mengabarkan bahwa kondisinya masih baik-baik saja.
“Kami kaget betul tadi malam barusan beliau telepon, kami juga tidak mimpi tidak ada bayangan sama sekali, tadi pagi dengar kabar buruk ini,” ujar Yosep.
Hingga saat ini keluarga besar sudah berkumpul di rumah duka sambil mendoakan korban. Sementara kepulangan jenazah belum diketahui kapan akan tiba di kampung halaman.
Terpisah, Sekda Manggarai, Jahang Fansy Aldus kepada wartawan mengatakan, Pemkab Manggarai sangat berduka atas kematian korban. Pihaknya telah mengutus Camat Rahong Utara dan Kepala Puskesmas Nanu untuk menyampaikan belasungkawa di rumah duka.
Ia menyebut seluruh biaya kepulangan jenazah korban ditanggung oleh negara. Meski informasi kepulangan jenazah belum dipastikan waktunya, namun pihaknya segera berkoordinasi dengan Pemkab Manggarai Barat karena jenazah akan melalui Bandara Komodo Labuan Bajo, Manggarai Barat.
“Yang pasti Pemkab Manggarai akan fasilitasi kepulangan jenazahnya,” pungkas Jahang.
Sementara Camat Rahong Utara, Alex Harimin ketika dikonfirmasi oleh Koranntt.com mengatakan pihaknya juga baru mendapatkan informasi dari Kepolisian bahwa jenazah akan dipulangkan hari ini.
“Hari ini mereka sudah berangkat dari Timika ke Makassar, dari Makassar ke Bali kemudian Ke Labuan Bajo. Kemungkinan kalau tidak ada perubahan jadwal, besok tiba di Labuan Bajo,” ungkap Camat Alex melalui sambungan telfon.
Pihak keluarga berharap agar pemerintah bisa memfasilitasi khusus dalam pemulangan jenazah hingga sampai ke kampung halaman almarhum. (Yhono Hande).