Di sektor kredit perbankan, tercatat pertumbuhan yang mencapai 12,32%, termasuk kredit UMKM yang tumbuh 28,74%. “Terima kasih. Ini berkat peran serta Bank NTT untuk mendorong kredit UMKM,” ujarnya.
Daniel menambahkan, NPL (Non Performing Loan) perbankan di Provinsi NTT saat ini berada pada level yang terkendali. NPL secara gross di NTT mencapai 1,87% saja.
Menurutnya, dengan angka ini, seharusnya tidak ada keraguan bagi jasa keuangan untuk menyalurkan kreditnya, karena masih sangat terkendali yakni di bawah 5%.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank NTT karena yang pertama Bank NTT mendukung pemulihan ekonomi nasional dan daerah,” kata Daniel Prasetyo.
“Banyak hal yang dilakukan mulai dari pemberian kredit, pembiyaan, pemberdayaan UMKM, optimalisasi pendampingan terhadap desa-desa binaan, vaksinasi Covid, Stunting, serta membentuk ekosistem pertanian dan peternakan. Ini semua tentunya dukungan Bank NTT untuk pemulihan ekonomi daerah di NTT,” sambungnya.
Bank Indonesia juga menyampaikan terima kasih karena Bank NTT menghadirkan rupiah di seluruh pelosok negeri termasuk di Nusa Tenggara Timur. Sebagai informasi, saat ini Bank Indonesia bekerja sama dengan Bank NTT untuk menghadirkan 8 dari 9 kantor kas titipan di NTT.





Tinggalkan Balasan