Setelah diinformasikan pemandu acara tentang nilai transaksi yang sangat murah itu, tak sedikit Warga berbondong-bondong memborong aneka cemilan dan produk UMKM kesukaan mereka. Terbanyak yang diburu adalah kopi dan cemilan.

Luhut Sinambela, seorang warga Kelurahan Oebobo, kepada wartawan mengaku kaget dengan harga ini. “Awalnya saya kaget, eh.. benar harganya enam puluh rupiah,” tegasnya yang diamini isterinya Sara. Ternyata ada syarat yang dipakai dalam setiap transaksi.

“Syaratnya sangat mudah, yakni setiap pembeli hanya diperbolehkan bertransaksi dengan cara non tunai, yakni QRIS melalui aplikasi B Pung Mobile Bank NTT,” tegas Reinhart Riwu Kahi Djo, Kasubdiv Kredit Sektor Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Desa Binaan Bank NTT.

Hadir saat itu Kepala kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, Kepala OJK NTT, Japerman Manalu, Karo Ekonomi dan Kerjasama Setda NTT, Dr. J. Lerry Rupidara, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Ketua KADIN NTT, Boby Lianto, serta sejumlah pimpinan Himbara, maupun organisasi ikatan isteri anggota TNI maupun Polri.