Apalagi menurutnya, Bank NTT tidak hanya sekedar memberdayakan para pengusaha kecil, melainkan para pelaku bisnis kecil ini diperkenalkan dengan dunia perbankan dan perkenalan mereka tidak sekedar membuka rekening melainkan pada loncatan teknologi terkini. Pembayaran dengan layanan perbankan secara digital adalah sebuah terobosan brilian Bank NTT yang harus diapresiasi.

“Itu menurut saya, suatu terobosan luar biasa. Ini dua kegunaan sekaligus. Pertama Bank NTT melakukan monetisasi ekonomi lokal masyarakat, kedua, dia mulai membangun market dia. Segmen pasar yang jarang dilirik oleh perbankan profesional,”tembah Profesor Kameo.

Ketika dimintai tanggapannya terkait semangat Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sebagai pemegang saham pengendali pada Bank NTT, yang mendukung Bank NTT menggarap sektor UMKM, Prof Kameo mengungkapkan bahwa jika dilihat dari kacamata ekonomi, maka kekuatan ekonomi bangsa ada di UMKM.

“Jangankan gubernur, presiden sendiri mengatakan, inilah masa depan ekonomi Indonesia. Karena  pelakunya mayoritas adalah mereka (UMKM). Menggairahkan ekonomi, tentu harus melibatkan pelaku ekonomi,. Siapa pelaku ekonomi, tentu yang jadi mayoritas. Adalah UMKM. Jadi, disitulah harusnya dunia perbankan, dunia finansial bekerjasama dengan mereka karena dialah pemain utama di pasar,”tegasnya.