Terkait penanganan stunting, Bupati menjelaskan, pemerintah sudah memprioritaskan dokter, perawat dan bidan untuk mengikuti kegiatan pelatihan pendeteksi dini terhadap kehamilan menggunakan alat ultrasonografi.
“Karena begitu empat minggu kantong janinnya terdeteksi kecil, ini bakalan stunting,” kata Bupati Belu, dan menambahkan “Kementerian Kesehatan juga telah mengumumkan program tersebut, mudah-mudahan cepat terealisasi, karena kita sudah mempersiapkan tenaga dokter untuk menerima pelatihan,”.
Bupati Belu menjelaskan, Pemkab Belu juga berkontribusi kurang lebih Rp60 Miliar untuk mendukung Bank NTT, oleh karenanya dukungan ini harus dioptimalkan.
“Semua pihak harus bergerak untuk mengenali tahapan pertumbuhan anak. Bagaimana kondisinya, berapa berat badannya. Kita assessment atau menilai itu bukan hanya fisik, bisa saja badan kecil tapi otaknya hebat dari pada badan besar otak kurang,” tandasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan, dalam rangka merayakan HUT ke-60, Bank NTT bersama pemerintah provinsi serta pemerintah Kabupaten dan Kota se-NTT bersama-sama menyelesaikan masalah stunting melalui pemberian makanan tambahan kepada 6000 anak Baduta





Tinggalkan Balasan