Karena itu, butuh desain dan gerakan hebat. Semua pihak harus bergerak bersama dalam kebersamaan untuk menekang Stunting di NTT.

“Terima kasih kepada Bank NTT yang ikut berpartisipasi memberikan makanan tambahan bagi anak-anak,” ungkap Gubernur Viktor.

Gubernur berharap pemberian makanan tambahan dilakukan secara terus menerus, sampai anak-anak NTT tumbuh menjadi generasi yang kuat dan mandiri.

“Sambil saya akan ajar mereka tentang makanan lokal di sekelilingnya yang menjadi kekuatan pangan lokal yang tidak kalah dengan makanan apapun,” tandas Gubernur Laiskodat.

Sementara itu, Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan, dalam rangka merayakan HUT ke-60, Bank NTT bersama pemerintah provinsi serta pemerintah Kabupaten dan  kota se-NTT bersama-sama menyelesaikan masalah stunting melalui pemberian makanan tambahan kepada 6000 Baduta

Menurut Dirut Alex Riwu Kaho, aksi ini berlangsung di 23 cabang Bank NTT dan program ini diberi nama ‘Bank NTT Peduli Stunting’.
Bentuk kegiatan dari program ini adalah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 6.000 anak usia di bawah dua tahun (Baduta) gizi kurang periode 1 bulan/30 hari pada setiap kabupaten/kota selama 30 hari dan akan berkelanjutan dengan program asuhan hingga Desember 2022.