Bantuan ini menurutnya, adalah niat baik dari gubernur melalui Bank NTT untuk membantu UMKM milik warga.
Sementara kepada kedua lembaga agama yang menerima CSR, agar dimanfaatkan semestinya seperti tujuan awalnya, yakni untuk pembangunan gedung peribadatan. “Terimakasih kepada Pak Gubernur juga kepada Pak Dirut,” ungkapnya.
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutannya yang dibawakan Asisten III Setda NTT, Samuel Halundaka, mengharapkan agar bantuan berupa CSR ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membangun rumah Tuhan secara sungguh-sungguh.
Sementara kepada para penerima kredit Merdeka pun diserukan untuk memanfaatkannya demi pengembangan usaha mereka.
Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho merinci, total konsolidasi kredit Mikro Merdeka pada 23 cabang di NTT senilai Rp18 M. Hingga kini, terdapat 2311 orang debitur skim kredit ini.
“Kredit ini didesain sesuai visi Bapak Gubernur untuk menjembatani mimpi para pelaku UMKM di NTT sehingga dalam kredit ini, tidak ada anggunan dan juga tanpa bunga,” terang Alex menambahkan, khusus untuk Kabupaten Alor, nilai kredit yang dicairkan sebesar Rp698 juta kepada 189 debitur.
Untuk diketahui, bantuan Dana CSR yang diserahkan kepada dua gereja di Kabupaten Alor adalah sejumlah Rp100 Juta. Dana CSR senilai Rp50 Juta diserahkan untuk pembangunan Gereja Syalom Sawah Lama.
Sedangkan dana CSR dengan nilai Rp50 Juta juga diserahkan untuk pembangunan Gereja Santa Maria Bunda Allah Zaitun – Mainang. (Humas Bank NTT)







Tinggalkan Balasan