Samuel hanyalah seorang pekerja rendahan dengan gaji pas-pasan, penghasilannya hanya cukup untuk makan-minum. Tentunya tidak mungkin baginya utuk memperbaiki rumah mereka. Sebagian kecil dari gaji Samuel ditabung untuk membiayai biaya kuliah adik kandungnya hingga mendapatkan gelar sarjana. Dia berharap dengan pendidikan yang baik, salah satu anggota keluarganya mungkin bisa merubah nasib mereka di hari esok.
Dari cerita beberapa orang tetangga Samuel adalah sosok tetangga yang baik hati, ia suka menolong dan selalu terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan di wilayah ia tinggal. Ketika beredar informasi bahwa rumah Samuel dipilih Pemerintah Kota Kupang untuk dibedah warga setempat menyambut bahagia rencana tersebut.
Hal tersebut diungkapkan warga setempat, Melkiur Medah, ketika didaulat untuk menyampaikan kata hati keluarga pada acara penyerahan kunci rumah bagi Samuel Ufi oleh Wali Kota Kupang. Menurutnya keputusan pemerintah Kota Kupang untuk membedah rumah Samuel Ufi adalah keputusan yang tepat sasaran.





Tinggalkan Balasan