“Rugi kalau koperasi tidak terlibat dalam upaya pengembangan bambu karena ini sangat potensial dan telah menjadi atensi pemerintah pusat. Pemerintah rencananya akan dirikan pabrik bambu di Ngada. Presiden Jokowi juga telah menginstruksikan agar APBN dan APBD dimanfaatkan untuk membeli produk-produk UMKM lokal. Ini peluang untuk koperasi,” pungkas Gubernur.
Sementara itu Ketua Puskopdit Flores Mandiri, Kristoforus Aja dalam kesempatan itu mengundang Gubernur NTT untuk hadir dalam acara perayaan pesta Emas Puskopdit pada 11 Juni 2022 sekaligus membuka Rapat Anggota di Ende.
“Kami berharap agar bapak Gubernur dapat hadir pada momen istimewa tersebut,” kata Kristoforus.
Puskopdit Flores Mandiri adalah Koperasi Sekunder yang merupakan peralihan nama dari Pusat Koperasi Kredit Bekatigade Ende Ngada (Puskopdit BEN) dan berkantor pusat di Ende.
Puskopdit ini memiliki misi untuk memperkuat koperasi primer, mengembangkan pelayanan usaha keuangan yang aman, sehat dan profesional serta memberdayakan masyarakat.
Puskopdit Flores Mandiri mengorganisir 15 Kopdit di Wilayah Ngada, 19 Kopdit di wilayah Ende dan 6 Kopdit wilayah Nagekeo.
Tampak hadir pada kesempatan tersebut para Staf Khusus Gubernur, Wakil Ketua dan Sekretaris Puskopdit Flores Mandiri dan Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT. (Biro Adpim NTT)







Tinggalkan Balasan