Ia menambahkan, jagung yang dihasilkan para petani, akan langsung diambil oleh para Off Taker yang yang telah disiapkan oleh Pemprov NTT.
“Karena sekarang sudah ada ekosistem bahwa petani hanya tinggal tunggu dan terima uang saja. Tinggal Bupati, Kadis dan Kades siapkan lahan dan dijaga dengan benar, baru kita tanam jagungnya,” terangnya.
Demi mewujudkan program TJPS, Gubernur Laiskodat segera menggelar rapat dengan Frokompida, agar program ini dapat dikawal secara baik.
“Dan tahun 2023 ini saya minta kadis untuk siapkan lahan 500 ribu hektar untuk tanam jagung,” tandasnya. (*)
Halaman




Tinggalkan Balasan