Ia mengaku sedih, melihat para Bupati dibayar dengan gaji yang cukup besar, tetapi justru kinerjanya sangat buruk dalam melayani masyarakat.
“Saya sedih. Kamu terima gaji besar dan duduk ditempat yang terhormat, tetapi kinerjanya seperti itu. Harusnya ditukar dengan pelayanan yang baik kepada rakyat,” terangnya.
VBL menambahkan, menjadi Gubernur dan Bupati di Provinsi NTT tidak bisa dibandingkan dengan dengan pemimpin yang ada di Bali maupun DKI Jakarta.
“Karena kita di NTT itu semuanya serba kekurangan. Jadi harus turun ke lapangan. Bukan hanya duduk di ruangan saja. Kalau Mendagri izinkan, saya akan copot Bupati yang malas dan tidak mau kerja,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengajak para kepala daerah di NTT untuk memanfaatkan dengan baik bendungan yang sudah dibangun oleh Presiden Jokowi demi peningkatan produktifitas masyarakat pada sektor pertanian.
“Kalau saya lihat, di Kabupaten Malaka, TTS dan Kabupaten Kupang itu banyak sekali lahannya. Tetapi paling banyak juga lahan yang tidur. Itu artinya mereka tidak hargai usaha dari presiden yang telah menghadirkan bendungan di wilayah mereka,” tegas Gubernur Laiskodat.





Tinggalkan Balasan