“Kita lagi menggenjot agar realisasi pinjaman daerah bisa disetujui oleh Kemendagri, sehingga apa yang menjadi harapan para pemegang saham yang melakukan proses pinjaman daerah di Bank NTT bisa segera direalisasikan. Rekomendasi pinjaman ini, didasari oleh pengamatan para pemegang saham terhadap pencapaian kinerja Bank NTT,” ” jelas Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, karena pada periode semester II tahun buku 2021, Bank NTT meraih prestasi dengan menjadi Bank Tingkat Kesehatan 2 atau Bank Sehat.

“Berarti sudah 2 semester kita mencapai peringkat sehat,” ucap Dirut Bank NTT.

Bank NTT pun terus mempersiapkan proses-proses untuk menjadi Bank Devisa. Saat ini, Bank NTT hanya menunggu 1 semester lagi untuk mengajukan dan meminta persetujuan menjadi Bank Devisa.

Persiapan di bidang SDM, IT, SOP dan infrastruktur lainnya termasuk feasibility study sudah dan sedang berjalan, untuk memastikan bahwa tahun 2023 proses menjadi Bank Devisa bisa terwujud dengan baik.