Kemudian rombongan beranjak ke Pura Agung Giri Kertha Buana yang terletak di wilayah Kelurahan Kolhua juga. Wali Kota bersama rombongan diterima oleh Ketua PHDI Kota Kupang, I Wayan Wirasusana bersama 7 Pengempon Pura yang ada di Kota Kupang. Masing-masing Pura menerima bantuan 30 kg dupa harum dan 140 kg dupa biasa.

Ketua PHDI Kota Kupang, I Wayan Wirasusana atas nama Umat Hindu se-Kota Kupang mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota dan jajarannya, untuk bantuan dupa yang merupakan kebutuhan ibadah Umat Hindu setiap hari, baik di rumah maupun pura.

Sebagai pencinta seni dia juga menyampaikan terima kasih kepada Jeriko yang sudah membuat Kota Kupang jadi lebih indah di masa kepemimpinannya, lewat pembangunan taman dan infrastruktur lainnya. Dia berharap karya baik ini bisa terus berlanjut.

Wali Kota Jeriko pada kesempatan yang sama menyampaikan kepada Ketua PHDI dan para Pengempon Pura untuk tidak melihat nilai bantuan yang mereka berikan, tapi melihat niat hati Pemkot Kupang dalam semangat kekeluargaan dan kebersamaan untuk membangun kota ini.

Kepada Umat Hindu yang diakuinya memiliki bakat di bidang seni dan arsitektur, Wali Kota meminta dukungan berupa ide dan gagasan tentang seni menata Kota Kupang. Dia juga berharap apa yang sudah dibangun bisa dijaga dengan baik oleh seluruh warga Kota Kupang.

Selanjutnya Wali Kota bersama istri berkunjung ke Paroki St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua. Mereka diterima oleh Pastor Paroki St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua didampingi Ketua DPP Paroki tersebut, Adrianus Ceme. Di sana Wali Kota menyerahkan bantuan berupa kasula, stola, piala dan sibori.

Pastor Paroki St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua, RD Longginus Bone memberikan apresiasi yang tinggi kepada Wali Kota Jeriko, yang menurutnya telah membuat gebrakan dan memiliki kepedulian kepada masyarakat kecil.

Diakuinya sejak kepemimpinan Wali Kota Jeriko, wajah Kota Kupang semakin berbeda.

“Seperti iklan Yamaha, Kota Kupang saat ini semakin di depan,” ujarnya. Dia juga mengaku kagum dengan program bedah rumah yang menurutnya tidak semua pemimpin bisa lakukan.