Namun dia mengakui tengkorak kepala anak Lael lengkap, karena tengkorak kepala anak terpisah-pisah, beda dengan orang dewasa yang sudah menyatu.
“Tengkorak kepalanya utuh, karena tengkorak kepala anak lepas-lepas. Tidak seperti kita yang menyatu,” katanya
Namun dia menyimpulkan penyebab kematian kedua korban, karena gangguan pernafasan, akibat cekikan ditambah dengan adanya tanda-tanda pembengkakan.
“Tapi saya tidak bisa pastikan. Kemungkinan besar adalah pencekikan,” tegasnya.
Ketika ditanya terkait benda tumpul, bukan penyebab kematian, Edi justru terlihat bingung, dan balik bertanya, “Benda tumpul bagaimana,” katanya.
Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto, mengatakan, sudah dijelaskan bahwa ada terjadi kekerasan, tapi tidak bisa dijabarkan kekerasan dalam bentuk apa.
Menurutnya, kesimpulannya secara forensik, meninggalnya korban karena terhambatnya pernapasan terhadap korban. Karena ditemukan bekas cecikan dan bekapan yang berdampak pada meninggalnya korban.





Tinggalkan Balasan