Ia mengimbau agar masyarakat berhati-hati menerima informasi sehingga tidak termakan hoaks yang sengaja dihembuskan oknum-oknum tak bertanggung jawab pada saat musim demokrasi tiba, karena hoaks bisa menyebabkan perpecahan dan mengancam keharmonisan hubungan antar sesama bahkan keluarga.

“Jangan sampai pesta demokrasi dinodai dengan permusuhan bahkan konflik perpecahan. Perlu dipahami bahwa momentum pemilu hanya lima tahun sekali dan perbedaan pilihan lumrah di negara demokrasi ini,” harapnya.

Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan yang diselenggarakan oleh KPU di Kelurahan Oesapa Barat tersebut merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan partisipasi dan melahirkan pemilih-pemilih cerdas.

Oleh karena itu, Wali Kota Kupang mengapresiasi langkah KPU yang melibatkan langsung masyarakat pemilih untuk menjadi kader pemilu yang akan membantu memotivasi, mensosialisasikan dan mengedukasi sehingga tren partisipasi dalam pemilu dan pemilihan dapat meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

“Saya membaca ada tren penurunan partisipasi pemilih, dengan adanya perhatian dari KPU bisa mengajak saudara-saudara kita untuk ikut terlibat bersama-sama dalam pemilu sehingga partisipasi pemilih bisa meningkat. Ini juga akan menjadi tanggung jawab kader yang dikukuhkan hari ini untuk bagaimana membantu pemerintah agar angka partisipasi pemilih meningkat, mengedukasi masyarakat agar tidak terpancing isu hoaks, mengajak masyarakat sebagai pemilih cerdas untuk menghindari politik uang dan antisipasi perbedaan pilihan yang menimbulkan perpecahan di antara masyarakat,” pungkas Jeriko.

Lurah Oesapa Barat, Christian Eko Chandra mengaku bahwa pada tahun 2019, Kelurahan Oesapa Barat mengalami penurunan angka partisipasi masyarakat dalam mengikuti pemilu.

Oleh sebab itu dirinya mengucapkan terima kasih kepada jajaran KPU dan Pemerintah Kota Kupang yang telah berkenan menyelenggarakan kegiatan yang cukup strategis tersebut di Kelurahan Oesapa Barat, dengan melibatkan masyarakat sebagai kader demi meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berdemokrasi.