Menurut sosok yang akrab disapa Jeriko ini, konflik yang terjadi saat pemilu atau pemilihan tidak saja terjadi di antara sesama warga namun dapat terjadi di dalam keluarga hanya karena perbedaan pilihan.
“Pemilu bahkan bisa menyebabkan perpecahan keluarga hanya karena perbedaan pilihan, membuat keluarga tidak lagi saling menyapa. Oleh sebab itu kegiatan seperti ini sangat penting di samping untuk mengedukasi pemilih di Kota Kupang agar dapat menentukan pilihannya berdasarkan hati nurani, juga mengedukasi masyarakat untuk cerdas memahami demokrasi yang sehat. Juga bagi warga yang nantinya berperan sebagai penyelenggara agar profesional dan tidak memihak ketika bertugas,” ujar Wali Kota.
Ia mengimbau agar masyarakat berhati-hati menerima informasi sehingga tidak termakan hoaks yang sengaja dihembuskan oknum-oknum tak bertanggung jawab pada saat musim demokrasi tiba, karena hoaks bisa menyebabkan perpecahan dan mengancam keharmonisan hubungan antar sesama bahkan keluarga.
“Jangan sampai pesta demokrasi dinodai dengan permusuhan bahkan konflik perpecahan. Perlu dipahami bahwa momentum pemilu hanya lima tahun sekali dan perbedaan pilihan lumrah di negara demokrasi ini,” harapnya.





Tinggalkan Balasan