Sementara itu, Plt. Kepala Biro Administrasi Pimpinan NTT, Prisilia Parera mengungkapkan pemerintah provinsi tetap berkomitmen memberikan perhatian kepada para atlet olah raga yang bertanding di PON Papua.
“Kita sudah hadir melakukan penjemputan dan penyambutan. Namun pelatih lebih memilih untuk naik pick up yang disediakan komunitas. Tentu naik pick up bukan sesuatu yang hina. Kita hargai upaya komunitas masyarakat untuk menggunakan pick up sebagai kendaraan terbuka, mungkin maksudnya supaya lebih meriah. Namun untuk protap pemerintah sendiri, karena situasi saat ini yang masih dalam situasi pandemi covid, tidak ada pawai. Hanya penjemputan dan penyambutan sederhana. Rencananya tanggal 17 Oktober baru dilakukan penyambutan secara resmi oleh Pemerintah Provinsi bagi seluruh atlet PON,” jelas Prisilia. (*)







Tinggalkan Balasan