2. Apa sebenarnya yang menggerakkan bapak untuk sangat intens pada sepak bola?

Bagi saya, sepak bola bukan sekadar hobi. Bukan juga hanya pengisi waktu senggang atau semacam olahraga sebagaimana biasanya. Bukan. Sepak bola adalah passion. Dibangun di atas wadas cinta. Diperjuangkan dengan penuh komitmen dan semangat pantang menyerah.

Semua orang bisa bermain bola, bisa mengurus bola. Namun tidak semua orang bisa memperlakukan dan mengelola sepak bola dengan passion. Passion adalah gairah besar untuk mencapain tujuan. Passion juga adalah sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas tanpa paksaan, suatu bentuk panggilan dari alam bawah sadar seseorang. Orang yang memiliki passion sepak bola tidak berpikir cost and benefit (untung dan rugi) bila mengurus bola. Bahkan orang-orang semacam itu memberikan banyak pengorbanan: waktu, tenaga, fokus, jaringan, materi demi sepak bola.

Saya ingat ketika awal saya merintis dan mendirikan Sekolah Sepak Bola (SSB) di Atambua, banyak orang bertanya mengapa harus buat SSB. Itu tidak mendatangkan profit, malah harus mengeluarkan banyak uang. Begitu juga ketika saya mengorganisir banyak even sepak bola atau mengirim anak-annak SSB dan akademi berlatih hingga ke luar negeri. Saya katakan, ini tidak bisa dijelaskan dengan logika. Hanya bisa dijelaskan dan dirasakan dengan logika cinta. Passion pada sepak bola memang menuntut pengorbanan.