Rumah yang dibangun bersama almarhum suaminya itu kini hanya tersisa puing-puing yang rata dengan tanah. Yana Dethan hanya bisa meratapi nasibnya dan tak tahu dengan cara apa membangun kembali rumahnya tersebut.
Apalagi, anak laki-lakinya yang sebelumnya bekerja di sebuah Sekolah Negeri, kini tidak lagi bekerja karena dirumahkan akibat pandemi Covid-19.
“Kalau sudah begini kita mau bilang apa lagi,” katanya.
Kini, Oma Yana, begitu dia disapa, hanya bisa berharap uluran tangan pemerintah atau pihak manapun yang bersedia membantu meringankan beban yang dialaminya.
“Pemerintah mau bantu ya saya berterima kasih. Tapi tidak pun saya mau bilang apa,” ungkap Yana.
Yana dan anak laki-lakinya kini terpaksa harus menginap sementara di rumah orang tuanya. Letak rumah orang tuanya tak jauh dari rumahnya yang telah rata tanah itu.
Sementara warga sekitar bergotong-royong membersihkan puing-puing bangunan milik Yana, sambil mengamankan barang-barang yang masih bisa digunakan.
Ketua RT 07, Jakson Mone kepada media mengatakan kejadian yang menimpa Yana Dethan dan sejumlah warganya yang lain telah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang.





Tinggalkan Balasan