Ia menjelaskan, krisis global meliputi global warming, yang berdampak pada cuaca ekstrim, kerusakan lingkungan hidup dan bencana alam, krisis ekonomi, keuangan, dan pangan sebagai impak dari wabah pandemi Covid-19, serta krisis sosial dan kemanusiaan, baik di tingkat lokal, nasional dan internasional.
“Jadi berbagai krisis global tersebut tidak harus membuat kita terpuruk. Namun harus menjadi inspirasi dan motivasi mahasiswa untuk lebih aktif, kreatif, dan adaptatif dalam mencari solusi atas masalah yang dihadapi,” tutur Rektor Philipus Tule.
Ia berharap, apa yang menjadi hasil kajian penelitian, dan karya cipta para mahasiwa, dapat menjadi karya terbaik yang akan dipublikasikan dalam jurnal ber-ISSN dan dibaca dan dimanfaatkan oleh para pembaca umumnya.
Ketua Panitia Pisma V, Primus Jaya Jehane menuturkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan wawasan, kreatifitas, kemampuan akademik mahasiswa, mengembangkan komunikasi ilmiah, memacu dan membudayakan kreativitas serta penalaran dalam pengembangan ilmu pengetahuan, dan seni mahasiswa ditengah tantangan krisis global yang membatasi ruang dan waktu dalam berekspresi.





1 Komentar
Selamat malam kk..
Saya ketua panitia Pisma, apakah berita ini bisa doi revisi ko kk? Sbnrnya sambutan pater rektor diwakili oleh wakil rektor 1.Bpk. Dr. Ir. Yoseph M. Laynurak, M. SI. Sekalgus membuka Pisma hari ini. Tks sblmnya.