Wanita asal Nagekeo ini menuturkan, uang yang diperoleh dari hasil kerjanya akan digunakan untuk biaya kuliah, dan sebagian disisikan untuk membiayai hidupnya selama masa pandemi covid-19.
“Saya kerja di sini kebetulan jadwal kuliah beberapa bulan kedepan pada pagi hari. Sehingga waktu sore, saya manfaatkan untuk bekerja disini,” terangnya.
Meski demikian, Yasinta menjelaskan, di tengah pandemi covid-19, semua sektor usaha mengalami penurunan penghasilan yang sangat drastis, termasuk penghasilan bibinya sebagai penjual sayur.
“Hal itu yang membuat saya termotivasi untuk bantu ringankan beban bibi dengan bekerja sebagai pramusaji. Soal kerja itu sudah menjadi hal biasa. Sejak masuk kuliah tahun 2018, saya pernah bekerja di salah satu toko di Kabupaten Nagekeo selama dua tahun,” tutur gadis kelahiran 1998 itu.
Bagi Yasinta, hal yang paling utama dalam hidupnya adalah menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi, sehingga dapat membanggakan bibinya serta kedua orang tuanya.
“Saya betul-betul membagi waktu kuliah dan kerja. Karena target saya menyelesaikan kuliah selama empat tahun bisa terealisasi, dan membanggakan bibi,” ucapnya.





1 Komentar
Semangat ya 💪