“Awalnya saya berat hati karena merasa gajinya tidak seberapa, ditambah lagi pakaian dinas harus ditanggung sendiri. Namun saya berusaha tenang, dan terus bekerja dengan harapan bisa diperhatikan dan segera memiliki SK kontrak seperti teman lainnya,” ujarnya dengan penuh harap.

“Namun, nyatanya sangat menyakitkan, karena setiap bulan kami tidak diberi gaji seperti yang dijanjikan. Malahan, pengeluaran kami jauh lebih besar setiap bulan untuk transportasi dan sebagainya,” jelas dia menambahkan.

Meski demikian, pihak instansi terkait tetap memberikan harapan. Para pegawai kontrak diminta untuk terus bekerja keras, karena nama-nama mereka telah dikirim ke dinas terkait, dan akan segera diangkat menjadi pegawai kontrak.

“Sekarang malah terbalik. Kami dirumahkan tanpa ada sebab dan alasan yang jelas. Saya dan orang tua sempat menanyakan kejelasan ke kantor, namun mereka mengatakan dana tidak ada. Kalau dana tidak ada kenapa kami diberi janji?” tanya dia.

Ia berharap agar Dinas Perhubungan UPTD Wilayah 2 Kabupaten Belu, bisa memperhatikan dan menghargai jasa mereka yang selama ini bekerja keras mengejar target PAD.