“Namun sangat disayangkan, sampai dengan saat ini uang dan barang pun tak kunjung kami terima,” kisah Berno Nober.

Dua hari yang lalu, Berno menghubungi SL dan kedua rekanya, namun lagi-lagi mereka menjanjikan bahwa kegiatan tersebut akan terealisasi pada akhir bulan ini.

“Karena itu, kami akan memberikan toleransi sampai akhir bulan. Jika di akhir bulan juga tidak terealisasi, kami sangat berharap agar segera kembalikan uang pinjaman tersebut,” ucap Berno Nober.

“Saya sudah didatangi oleh masyarakat yang mengadu tentang persoalan ini. Jika ini tidak segera diselesaikan, maka saya akan menempuh jalur hukum,”  tandasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan, selain Desa Nida, ada 7 desa lainya yang mengalami peristiwa dimaksud yakni Desa Watunggere, Watunggere Maurole, Nggesa Biri, Maurole Selatan, Detu Mbewa, Detukeli, dan Desa Kebesani.

Sementara itu, SL ketika dihubungi Koranntt.com, mengatakan tidak mau berurusan dengan wartawan.

“Saya tidak berurusan dengan wartawan, saya langsung berurusan dengan Kepala Desanya,” ungkapnya singkat. (TR/AB/KN)