Fian menjelaskan, kejadian longsor tersebut sudah dia sampaikan kepada pemerintah Desa melalui laporan secara tertulis, yang dikirim melalui Whatsapp, untuk diteruskan ke pemerintah daerah, namun belum di tanggapi.
Selain menimbun jalan utama, sebagian sawah milik warga pun tertimbun material longsor. Apabila longsor tersebut tidak diatasi dengan cepat, maka sebagian petani yang terdampak tidak bisa bekerja di tahun ini.
“Saya sudah buat laporan ke pemerintah Desa, tapi belum ada tanggapan. Jenis material longsor yaitu tanah, bebatuan dan pohon tertimbun di atas sawah milik warga yang sudah ada tanaman padinya. Contoh saya punya kah kae (kakak). Saya audah siram bibit utk kerja tahun ini, tapi semua hancur tertutup longsor,” ujarnya dengan nada sedih.
Sementara itu, Kepala Desa Kombo, Stefanus Datut, menyampaikan bahwa dirinya sudah mengetahui ada kejadian longsor di daerahnya. Ia juga mengakui adanya laporan warga terkait kerusakan tanaman akibat longsor tersebut.
“Rencana besok baru kami foto kondisi fisik jalan yang longsor itu. Memang sudah lama tidak bisa lewat. Kurang lebih satu minggu ini oto memang sudah tidak bisa lewat sudah. Dan ada juga sebagian sawah-sawah warga di sekitar itu yang tertimbun akibaat longsor itu. Besok kami foto semua lokasinya, dan jalan yang rusak itu untuk laporkan ke daerah,” jelas dia.





Tinggalkan Balasan