Sementara itu, Kepala Desa Kombo, Stefanus Datut, menyampaikan bahwa dirinya sudah mengetahui ada kejadian longsor di daerahnya. Ia juga mengakui adanya laporan warga terkait kerusakan tanaman akibat longsor tersebut.
“Rencana besok baru kami foto kondisi fisik jalan yang longsor itu. Memang sudah lama tidak bisa lewat. Kurang lebih satu minggu ini oto memang sudah tidak bisa lewat sudah. Dan ada juga sebagian sawah-sawah warga di sekitar itu yang tertimbun akibaat longsor itu. Besok kami foto semua lokasinya, dan jalan yang rusak itu untuk laporkan ke daerah,” jelas dia.
Menurut Stefanus, longsoran itu juga akibat dari penggusuran alat berat yang dikerjakaan oleh salah satu CV di pada tahun lalu, sehingga sebelum terjadi longsor pun kondisi jalanya menjadi licin.
“Memang jalan itu yang parah sudah. Itu akibat dari pada penggusuran kemarin, itu yang juga membuat sawah masyarakat tertutup tanah semua,” ujarnya.
Dia berharap pemerintah terkait dapat memperhatikan kondisi jalan di jalur tersebut, serta meminta agar penangananya sama seperti jalur-jalur lain di Wilayah kabupaten Manggarai Barat. Karena ini merupakan satu-satunya akses transportasi kendaraan yang hendak ke Labuan Bajo dan Ruteng.
Sementara itu Hans Mboeik, salah satu Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat, saat di konfirmasi media ini menyampaikan telah mengetahui kejadian tersebut berdasarkan laporan warga Desa Kombo.
“Ia pak, saya sudah dapat laporan dari warga juga dan hari ini saya sedang dalam perjalanan. Tapi saya tidak tahu apakah bisa sampai di lokasi hari ini. Saya pastikan besok pagi saya sudah tiba di lokasi,” ujar Hans. (AYT/AB/KN)







Tinggalkan Balasan