KUPANG, KN — Kesempatan berharga didapatkan oleh 14 anggota kontingen Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB) SMK Maritim Nusantara Kota Kupang saat diterima langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu (29/8/2026). 

Didampingi Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis, para taruna-tarunni tampak duduk rapi menyimak setiap petunjuk dan arahan pimpinan daerah di ruang audiensi yang sejuk dan megah.

Gubernur Melki memberikan dorongan moral sekaligus instruksi teknis kepada tim pelatih dan peserta. 

Mengacu pada petunjuk teknis lomba yang mengalokasikan 80 persen penilaian pada gerakan dasar baris-berbaris (PDP 96) dan 20 persen pada variasi kreasi penutup, Melki meminta kontingen NTT tidak sekadar menampilkan ketangkasan fisik, tetapi juga menyelipkan pesan historis yang mendalam mengenai peranan NTT bagi bangsa Indonesia.

“Saya minta dimasukkan pesan khusus dalam variasi gerakan maupun yel-yel kalian. Sampaikan bahwa NTT memiliki bagian penting dalam sejarah lahirnya Pancasila ketika Bung Karno diasingkan di Ende,” pinta Melki Laka Lena.

Gubernur menjelaskan bahwa nilai-nilai kebangsaan yang lahir dari bumi Ende dapat menjadi identitas unik sekaligus pembeda bagi kontingen NTT saat berhadapan dengan perwakilan dari provinsi lain di tingkat nasional.

“Nilai Pancasila adalah fondasi berbangsa yang sangat mahal. Tampilkan dengan bangga agar seluruh Indonesia tahu bahwa kontingen NTT membawa narasi kebangsaan yang kuat. Di samping itu, masukkan juga unsur lokal seperti rumah adat dan kebudayaan NTT,” tambah Gubernur.

Arahan dari Gubernur NTT tersebut disambut siap oleh tim pelatih dari Batalyon Marinir Kupang. Serda Marinir Valentino Malo Mabe menyatakan akan memanfaatkan sisa waktu latihan sebelum keberangkatan 4 September untuk menyempurnakan koreografi variasi dan yel-yel.

Kami akan menindaklanjuti arahan Bapak Gubernur. Fokus kami adalah menyempurnakan gerakan baris-berbaris murni sekaligus mematangkan variasi dan yel-yel yang membawa pesan Pancasila serta budaya NTT,” jelas Serda Valentino.