KUPANG, KN — Pelataran Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) dipenuhi riuh rendah dan kehangatan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berbaris rapi sejak pagi pada Senin (31/8).

Di bawah terik matahari Kupang dan latar megah arsitektur khas sasando kantor gubernur, seragam cokelat khaki para pegawai membentang memenuhi lapangan apel. 

Suasana disiplin dan penuh takzim terasa saat Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, melangkah naik ke podium utama untuk memimpin Apel Bersama Pemerintah Provinsi NTT.

Apel bersama ini menjadi momen krusial untuk memperkenalkan Sekretaris Daerah (Sekda) NTT yang baru dilantik, Fransiskus Sales Sodo, di hadapan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). 

Berdiri sejajar di podium bersama pimpinan birokrasi, Gubernur Melki menekankan pentingnya menjaga soliditas dan keberlanjutan roda pemerintahan di tengah berbagai agenda strategis daerah.

Dalam amanatnya, Gubernur menginstruksikan seluruh jajaran OPD untuk terus memacu kinerja roda pemerintahan dan pembangunan. 

Namun, di luar tugas rutin birokrasi, ia meminta agar setiap aktivitas pemerintahan disisipi semangat kepedulian sosial, terutama untuk membantu warga yang tertimpa musibah bencana alam di Flores.

“Saya mengajak seluruh OPD tetap menjalankan pemerintahan dan pembangunan, namun setiap kegiatan harus menjadi ruang untuk terus menggalang solidaritas. Donasi untuk saudara-saudara kita terdampak gempa Flores telah mencapai sekitar Rp1,3 miliar, hampir separuhnya berasal dari ASN Pemprov NTT,” ujar Melki Laka Lena di hadapan peserta apel.

Menyinggung penanganan pascabencana, Gubernur menegaskan bahwa proses rekonstruksi dan pemulihan wilayah terdampak tidak bisa diselesaikan secara instan hanya dalam kurun masa tanggap darurat semata.

“Pemulihan Flores tidak selesai dalam masa tanggap darurat, tetapi membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Karena itu, gotong royong harus terus kita jaga. Saya juga mengajak para kepala daerah se-NTT untuk hadir langsung di tengah masyarakat terdampak. Kehadiran pemimpin adalah kekuatan bagi mereka untuk bangkit,” tuturnya menegaskan.