PLN UIP Nusra Perkuat Ketahanan Pangan Warga Tantong Lewat Program Holtikultura

PLN UIP Nusra Perkuat Ketahanan Pangan Warga Tantong Lewat Program Holtikultura. (Foto: Dok. PLN)

Ruteng, KN — PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus mempertegas perannya sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan melalui program TJSL berbasis pemberdayaan masyarakat di sektor pangan.

Program budidaya hortikultura yang dijalankan di sekitar pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5-6 Poco Leok menjadi bagian dari strategi PLN dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah operasional.

Salah seorang penerima manfaat, Sakarias, mengungkapkan bahwa program budidaya hortikultura tersebut telah memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat, tidak hanya pada tahap pengolahan lahan, tetapi juga hingga pemasaran hasil panen.

Selain memberikan bantuan sarana produksi, PLN juga menghadirkan pendamping yang secara konsisten memantau kegiatan kelompok tani, mulai dari penyemaian benih, perawatan tanaman, hingga membuka akses pemasaran yang lebih luas.

Sementara itu, penerima manfaat lainnya, Karolus, menyebutkan bahwa jenis tanaman sayur seperti fanbox dan pakcoy menjadi komoditas yang paling menguntungkan dengan masa panen yang relatif singkat.

Menurutnya, kedua jenis tanaman tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan sejak penanaman hingga siap dipanen dan dipasarkan.

“Panen pertama saya sebanyak 500 pohon fanbox dengan harga jual Rp6.000 per pohon, sehingga memperoleh Rp3 juta. Dari pakcoy, saya juga mendapatkan sekitar Rp2 juta dalam satu bulan,” ujar Karolus.

Dari hasil penjualan pertama tersebut, kelompok tani mampu meraup pendapatan sebesar Rp5 juta, belum termasuk kontribusi dari komoditas lain seperti mentimun dan tomat.

BACA JUGA:  Julie Laiskodat Siap Perjuangkan Potensi Kedelai di Manggarai

“Ternyata tidak membutuhkan waktu lama untuk menikmati hasilnya, dan ini benar-benar kami rasakan,” tambahnya.

Dukungan terhadap program ini juga disampaikan oleh Bupati Manggarai, Herybertus Nabit, yang menilai bahwa inisiatif budidaya hortikultura mampu mendorong masyarakat menjadi lebih produktif dalam memanfaatkan lahan terbatas.

“Membangun Manggarai adalah strategi terbaik untuk mempercepat tercapainya kesejahteraan. Dalam kondisi keterbatasan fiskal saat ini, kontribusi setiap pihak akan memberikan dampak yang signifikan,” ujar Nabit. Ia menambahkan, program ini berperan penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pemanfaatan lahan yang sebelumnya belum dikelola secara optimal. Ia juga berharap masyarakat dapat menjaga keberlanjutan program melalui komunikasi dan kolaborasi yang baik

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa program hortikultura ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja.

“Program hortikultura ini menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat agar lebih mandiri, produktif, serta memiliki ketahanan pangan yang kuat,” ujar Rizki. Ia menambahkan, PLN akan terus memperkuat berbagai program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan ekonomi lokal, sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. (Humas PLN)

IKUTI BERITA TERBARU KORANNTT.COM di GOOGLE NEWS