Kupang, KN – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Selasa (27/5/2025) malam, berlangsung di halaman Gedung Sasando, Jl El Tari Kupang, meluncurkan penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI).
Hadir dan mendampingi politisi yang kerab disapa Abang MLL ini, Wagub Johny Asadoma, Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni, serta Hilarius Minggu, Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Bank NTT.
Duduk di kursi undangan, walikota dr Christian Widodo, Bupati SBD, Ratu Wula Talu, serta pimpinan Bank Indonesia kantor Perwakilan NTT, juga para petinggi lainnya.
Peluncuran KKI ini ditandai dengan scan telapak tangan pada screening yang tersedia diatas panggung, disambut tepukan tangan ratusan undangan dan pelaku UMKM yang hadir.
Untuk diketahui, sesuai peruntukannya, Kartu kredit indonesia segmen Pemerintah Daerah lingkup Provinsi NTT adalah bukti keikutsertaan Pemprov untuk menyukseskan agenda pemerintah pusat, dalam agenda pemberantasan tindak pidana korupsi. Dalam program ini, Bank NTT sebagai kas daerah, diberikan ruang untuk melaksanakan program tersebut.
Dengan KKI, setiap pemerintah daerah lingkup Provinsi NTT akan menggunakan kartu kredit tersebut untuk melakukan pembayaran atas belanja yang dibebankan pada APBD, setelah kewajiban pembayaran pemegang kartu dipenuhi oleh bank penerbit.
Sementara tujuan dari penggunaan KKI untuk meningkatkan keamanan transaksi, meminimalisasi uang tunai, mengurangi risiko penipuan dari transaksi tunai serta mengurangi idle cash dari penggunaan uang persediaan.
Yang sangat penting dari KPI adalah, nantinya dapat digunakan untuk berbagai jenis belanja, termasuk belanja barang dan jasa, serta belanja modal melalui mekanisme uang persediaan. Karenanya, KKI dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembayaran pemerintah daerah, serta mengurangi risiko risiko korupsi dan penipuan.
Artinya kedepan, penggunaan anggaran oleh pemerintah lebih terkontrol dan terproteksi dari korupsi. Untuk diketahui, korupsi rentan terjadi pada pengadaan barang dan jasa.
Di kesempatan yang sama, diluncurkan juga program One Village One Produk (OVOP) dan Gerakan Beli Produk NTT, serta launching Pasar Tani. Semuanya demi mendukung UMKM di NTT.







Tinggalkan Balasan