Kupang, KN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar NTT, pada Jumat (20/12/2024), menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Mengembalikan Dekorasi Pancasila dalam Pemilihan Kepala Daerah”.

Acara ini menjadi yang pertama dilakukan Golkar di Indonesia, mengangkat wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD.

FGD tersebut menghadirkan berbagai elemen masyarakat, termasuk akademisi, perwakilan partai politik, LSM, jurnalis, hingga mantan anggota KPU NTT.

Dalam pembukaan, Gubernur terpilih NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan pidatonya dengan mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto.

“Yang terpilih saat ini adalah pelaku dan korban. Karena itu, perlu kita evaluasi sistem yang ada, termasuk mempertimbangkan kembali pemilu tertutup. Ini bukan hal baru, kita sudah pernah menerapkannya setelah reformasi,” kata Melki.

Melki menjelaskan bahwa gagasan ini berpedoman pada sila keempat Pancasila. Menurutnya, sistem saat ini telah memicu berbagai persoalan, termasuk proses pemilu yang dinilai “brutal” oleh banyak pihak.