Lewoleba, KN – Calon Wakil Gubernur NTT 2024-2029, Johni Asadoma mengakhiri rangkaian kampanyenya di sejumlah titik di Kabupaten Flores Timur dan Lembata sejak awal pekan ini.

Johni menggelar kampanye mulai dari Larantuka, Adonara, dan berakhir di Lembata.

Saat kampanye di Lewoleba Tengah, Kabupaten Lembata, Johni menjelaskan tentang program hilirisasi yang merupakan salah satu program Calon Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena- Johanis Asadoma (Melki-Johni) yang disambut antusias oleh masyarakat.

Program Hilirisasi juga merupakan satu-satunya program yang ada di paket Melki-Johni, inilah yang kemudian membedakan keduanya dengan calon lainnya.

Perbedaan lain yakni, Melki-Johni memiliki jaringan langsung ke presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, serta keduanya diusung parpol yang pro pemerintah yang akan memudahkan koordinasi antara daerah dengan pusat.

Adapun program hilirisasi memiliki manfaat dalam meningkatkan nilai tambah hasil-hasil pertanian, perikanan dan sektor lainnya di daerah, meningkatan investasi, menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Potensi perikanan di Lembata sangat besar, kita akan membangunnya lebih baik. Kita cari investor untuk pabrik ikan, beri bantuan pada nelayan,” kata mantan Kapolda NTT ini menjawab pertanyaan Sekretaris Gerindra Lembata, Muchtar Pehan saat sesi tanya jawab.

Tidak hanya perikanan, tetapi juga sektor lainnya seperti infrastruktur jalan dan jembatan, penerangan hingga jaringan internet, pariwisata, termasuk perburuan ikan paus di Lamalera.

Sementara itu, Fransiskus Ola Key, pensiunan dari Dinas Pendidikan Lembata minta Melki-Johni memberikan perhatiankepada guru-guru honor. “Tolong perhatikan guru-guru honor yang bukan PNS dan PPPK di semua jenjang pendidikan,” ujarnya,

Johni langsung merespon pertanyaan tersebut dengan menyebut semua guru honor swasta akan diberikan perhatian oleh Melki-Johni. “Itu pasti karena saya sangat peduli pada pembangunan SDM,” kata Johni.