KUPANG — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi melantik lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan satu Kepala UPTD Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) lingkungan Pemerintah Provinsi NTT pada Jumat (11/9). 

Prosesi pengambilan sumpah dan janji jabatan tersebut menjadi momentum krusial dalam memperkuat tata kelola birokrasi daerah.

Atmosfer di dalam aula lantai pelantikan berlangsung khidmat, tertib, dan sarat akan nuansa protokoler. 

Para pejabat yang dilantik tampil rapi mengenakan pakaian dinas upacara dan jas hitam lengkap dengan peci, berbaris sejajar di hadapan meja penandatanganan berita acara. 

Suasana makin sakral saat para rohaniwan mendampingi pengangkatan sumpah di bawah kibaran bendera Merah Putih. 

Tampak hadir dalam ruangan sejumlah jajaran pimpinan daerah, jajaran Forkopimda, serta tamu undangan yang menyaksikan jalannya acara pelantikan.

Enam pejabat yang diberi kepercayaan untuk mengemban amanah baru tersebut meliputi:

  • Theresia Maria Florentina, SE., M.Ec.Dev. — Kepala Bapperida NTT
  • Stefania Tunga Boro, S.Pi., MM. — Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT
  • Yosef Maria Ronaldus Amapiran, S.Si. — Kepala Dinas PMD NTT
  • Drs. Naftaly Stevenson Huky, M.Pub.Pol. — Kepala Biro Pemerintahan Setda NTT
  • Yohanes Abrianto Kore, SSTP, M.Si. — Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT
  • Erasmus Jogo, SE., MM. — Kepala UPTD SPAM Dinas PUPR NTT periode 2026–2031

Para pejabat tersebut mayoritas merupakan aparatur yang sebelumnya telah mengabdi di lingkungan instansi masing-masing, sehingga pelantikan ini menjadi penanda perluasan tanggung jawab kerja. 

Dalam pengarahannya, Melki Laka Lena mengingatkan seluruh jajaran bahwa kedudukan baru bukanlah bentuk apresiasi personal, melainkan tanggung jawab besar kepada masyarakat.

“Jabatan bukan hadiah. Jabatan adalah amanah. NTT sedang membutuhkan birokrasi yang tidak hanya pintar membuat laporan, tetapi mampu menyelesaikan persoalan,” tegas Melki Laka Lena saat menyampaikan amanatnya.

Ia pun menginstruksikan seluruh jajaran aparatur sipil negara untuk mengedepankan kerja berbasis data, berkolaborasi antarlintas sektor, serta lebih rajin meninjau kondisi masyarakat secara langsung di lapangan.

“Turun ke lapangan. Dengarkan rakyat. Gunakan data. Tetapkan target. Bangun kolaborasi. Kalau ada masalah, jangan mencari alasan—cari jalan keluarnya,” ujar Gubernur NTT.

Di sela-sela agenda resmi pelantikan, Gubernur mengajak seluruh hadirin yang hadir untuk mengheningkan cipta dan memanjatkan doa bersama bagi Aprida Rapi, drh. Alfonsius Albinus Mehan, serta Wili Mbuik yang gugur dalam insiden di Papua, di mana dua di antaranya merupakan putra-putri terbaik daerah Nusa Tenggara Timur.

Rangkaian acara ditutup dengan ucapan selamat dari para pejabat daerah, dilanjutkan dengan sesi foto bersama jajaran pimpinan tinggi pratama dan anggota Forkopimda yang hadir di lokasi.

“Selamat dan proficiat. Jaga kepercayaan ini. Bekerjalah dengan hati. Bekerjalah dengan data. Dan yang paling penting, bekerjalah untuk rakyat,” tutupnya. (agn)