KUPANG, KN — Gemuruh doa dan nyanyian pujian mengudara di dalam gedung Gereja Stasi Yesus Maria Yoseph (YMY) Liliba, Paroki Santo Yosef Pekerja Penfui, Minggu (30/8).
Di ruangan berarsitektur tinggi dengan pilar-pilar putih tegak berdiri, ratusan warga dan jajaran pejabat daerah menyatukan tangan dalam doa bersama.
Suasana peribadatan berlangsung amat teduh di tengah kesederhanaan gedung yang masih dalam proses perampungan.
Di barisan depan, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo berdiri sejajar bersama Anggota DPRD Kota Kupang Maria Rosalinda Uta Teku, tokoh umat, dan para pimpinan perangkat daerah Pemkot Kupang.
Berdiri berdampingan dengan penuh khusyuk, seluruh undangan mengikuti setiap tahapan perayaan yang dipimpin oleh Pastor Rekan Paroki Santo Yosef Pekerja Penfui, RD. Yonas Kamlasi, S.Fil., M.M., bersama Romo Tomy Kampur dari Keuskupan Agung Kupang.
Kehadiran Wali Kota Kupang di tengah umat YMY Liliba tidak hanya untuk menyerahkan secara simbolis dana hibah sebesar Rp100 juta, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya pembangunan kualitas sumber daya manusia yang berlandaskan spiritualitas dan keberagaman.
“Pembangunan manusia sama pentingnya dengan pembangunan fisik. Rumah ibadah menjadi salah satu tempat penting untuk membangun karakter masyarakat,” tutur dr. Christian Widodo di hadapan seluruh umat yang hadir.
Ia menambahkan bahwa peran fasilitas keagamaan di daerah berjuluk Kota Kasih ini melampaui sarana peribadatan rutin semata, melainkan benteng utama untuk memupuk persaudaraan dan kepedulian sosial, termasuk kepedulian bagi warga yang dilanda bencana alam di kawasan Flores.
“Pembangunan Kota Kupang tidak boleh dimaknai sebatas pembangunan jalan, gedung maupun infrastruktur fisik lainnya. Pemerintah juga memiliki tanggung jawab membangun manusia yang beriman, berkarakter, peduli terhadap sesama dan mampu hidup dalam keberagaman,” paparnya.
Pemimpin ibadah, Romo Yonas Kamlasi, Pr., menyambut hangat pandangan yang disampaikan kepala daerah tersebut.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan institusi keagamaan ini mencerminkan prinsip perjalan bersama dalam melayani masyarakat luas.
“Arah dan visi-misi Bapak Wali Kota sesungguhnya sejalan dengan kehendak gereja tentang sinodalitas atau berjalan bersama. Gereja akan kuat kalau kita bersinode dan bersekutu, bukan hanya untuk kepentingan gereja, tetapi menjadi saksi Kristus di tengah dunia,” urai Romo Yonas.
Momentum penuh keakraban tersebut diakhiri dengan ajakan mendoakan keselamatan daerah serta foto bersama seluruh panitia pembangunan dan kelompok pemuda stasi di area altar gereja. (agn)









Tinggalkan Balasan