KUPANG, KN — Langkah kolaboratif dalam pengentasan masalah sosial dan gizi anak di Kota Kupang semakin diperkuat melalui pertemuan jajaran Pemerintah Kota Kupang bersama lembaga nirlaba di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin (31/8). 

Suasana ruang audiensi terasa hidup saat Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo berdialog langsung dengan para pimpinan yayasan dan pelaku usaha.

Hadir dalam perjumpaan tersebut Pimpinan Rombongan Yayasan MEIK Nusantara, Meike, bersama mitra pengusaha, serta Nita dari Yayasan Mahanaim. 

Wali Kota didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan drg. Retnowati, Kepala Dinas Sosial Johanes D. B. Assan, dan Plt. Kepala Bappeda Wildrian R. Otta. 

Diskusi berfokus pada penyelarasan program kerja swasta agar sejalan dengan pemetaan kebutuhan riil masyarakat terdampak.

Dalam dialog tersebut, Nita memaparkan skema pendampingan nonformal bertajuk Rumah Kasih yang telah beroperasi di 13 titik wilayah Kota Kupang. 

Program ini berfokus pada bimbingan belajar gratis sekaligus penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak. 

Menanggapi inisiatif tersebut, Wali Kota menekankan pentingnya keterpaduan data agar alokasi bantuan mitra tidak berjalan sendiri-sendiri atau tumpang tindih.

“Kami di Pemkot Kupang selalu responsif dan terbuka. Agar bantuan tidak tumpang tindih dan tepat sasaran, kami menyodorkan ‘menu masalah’ yang terstruktur,” ujar dr. Christian Widodo.

Melalui skema “menu masalah” tersebut, Pemkot Kupang membuka akses data kebutuhan prioritas di lapangan melalui dinas-dinas teknis, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, DP3A, hingga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. 

Langkah ini diharapkan dapat memudahkan mitra swasta memilih intervensi yang paling sesuai dengan kapasitas lembaga masing-masing.

“Yayasan dapat berkolaborasi langsung dengan dinas-dinas terkait, sehingga apa yang dibutuhkan masyarakat bisa kita cocokkan dengan sumber daya yang dimiliki para mitra,” urainya.

Sementara itu, Pimpinan Rombongan Yayasan MEIK Nusantara, Meike, menegaskan keprihatinannya atas kondisi sosial anak-anak di NTT dan menyatakan komitmen para pengusaha yang tergabung dalam yayasannya untuk terus berkontribusi pada program-program gizi yang tepat sasaran.

Rangkaian audiensi diakhiri dengan penyerahan cenderamata kain tenun ikatan khas Kupang oleh Wali Kota kepada para tamu undangan, disusul dengan sesi foto bersama di dalam ruang audiensi. (agn)