KUPANG, KN — Pembahasan strategis mengenai masa depan kesehatan anak-anak di Kota Kupang berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Senin (31/8).
Di ruang tamu bernuansa elegan, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menerima audiensi perwakilan Yayasan MEIK Nusantara dan Yayasan Mahanaim.
Wali Kota Kupang tampil santai didampingi oleh jajaran pimpinan perangkat daerah terkait, yakni Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang drg. Retnowati, Kepala Dinas Sosial Johanes D. B. Assan, serta Plt. Kepala Bappeda Wildrian R. Otta.
Pertemuan yang diawali dengan dialog interaktif tersebut berfokus pada pergeseran paradigma penanganan stuntingdi ibu kota Provinsi NTT ini—dari pendekatan kuratif menjadi tindakan pencegahan sejak dini di sektor hulu.
Dalam pemaparannya, dr. Christian Widodo mengungkapkan bahwa prevalensi stunting di Kota Kupang saat ini berada di angka 16 persen.
Meski relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan beberapa wilayah kabupaten di NTT, angka tersebut dinilai masih menjadi tantangan serius karena berada di atas target rata-rata nasional.
“Persoalan stunting ini penanganannya harus komprehensif dari hulu ke hilir. Mencegah itu jauh lebih baik dan efisien daripada mengobati,” tegas dr. Christian Widodo di tengah diskusi.
Guna menekan potensi munculnya kasus baru, Pemkot Kupang mengarahkan fokus intervensi pada kelompok remaja putri, kesiapan kehamilan, serta ketahanan keluarga.
Langkah pencegahan dinilai perlu melibatkan institusi pendidikan dan tokoh keagamaan secara luas.
“Edukasi harus dimulai sejak usia remaja putri di sekolah-sekolah, mencakup kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi, hingga pemahaman perencanaan keluarga. Peran sekolah dan lembaga keagamaan seperti gereja sangat penting di sini,” tambah Wali Kota Kupang.
Ia juga menyoroti risiko kehamilan usia dini serta tantangan yang dihadapi orang tua tunggal di kalangan remaja, yang acap kali memicu kerentanan gizi anak akibat ketidaksiapan mental maupun ekonomi.
Oleh karena itu, edukasi mengenai perencanaan keluarga mendesak untuk ditanamkan sejak dini.
Pertemuan tersebut ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan Kota Kupang.
Sebagai wujud apresiasi atas kepedulian para penggiat kemanusiaan tersebut, Wali Kota Kupang menyerahkan cenderamata berupa kain tenun dan produk UMKM lokal khas Kota Kupang kepada jajaran pengurus yayasan. (agn)









Tinggalkan Balasan