Gerakan kemanusiaan ini mendapat dukungan tidak hanya dari para alumni JCU di Indonesia, tetapi juga dari berbagai komunitas dan mitra, termasuk Indonesia Community Townsville dan Yayasan Al Fayyad Cikarang. Keterlibatan berbagai pihak tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah jejaring dapat berkembang menjadi kolaborasi kemanusiaan yang melampaui batas daerah bahkan negara.

Gerakan ini juga menunjukkan bahwa komunitas alumni perguruan tinggi dapat memiliki peran lebih luas daripada sekadar menjadi ruang silaturahmi. Jejaring alumni dapat menjadi ruang bertemunya pengalaman, profesi, pengetahuan, dan sumber daya untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Sebagai bentuk tanggung jawab kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, JCU Alumni Indonesia Peduli melakukan dokumentasi terhadap proses penerimaan, pengadaan, pengiriman, dan penyaluran bantuan.

Pendampingan psikologis untuk anak-anak korban gempa di wilayah Kabupaten Ende. (Foto: Dok Istimewa)

Laporan pertanggungjawaban juga disusun sebagai bagian dari komitmen terhadap transparansi dan kepercayaan yang telah diberikan oleh para donatur dan pihak-pihak yang mendukung kegiatan tersebut. JCU Alumni Indonesia Peduli menyampaikan apresiasi kepada seluruh alumni, donatur, komunitas, mitra, relawan, dan berbagai pihak yang telah berkontribusi. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa dana dan barang, tetapi juga tenaga, informasi, jejaring, koordinasi, serta doa.

Gerakan untuk NTT ini diharapkan tidak hanya berhenti pada satu kegiatan kemanusiaan. Solidaritas yang terbentuk dapat menjadi awal bagi kolaborasi alumni JCU di Indonesia dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan, lingkungan, dan kemanusiaan di masa mendatang. Sebab, berakhirnya sebuah penggalangan donasi tidak berarti berakhir pula sebuah kepedulian.

“Donasi telah ditutup. Kepedulian tidak berhenti.”
Together We Give. Together We Impact.
Bersama, kita bangkitkan harapan.
JCU Alumni Indonesia Peduli