Gubernur juga meminta keringanan atau dukungan pembiayaan pendidikan bagi anak-anak terdampak gempa, mulai dari jenjang SD, SMP, SMA hingga mahasiswa.
“Kami berharap ada keringanan atau dukungan pembiayaan pendidikan selama beberapa bulan agar keluarga korban tidak semakin terbebani,” ungkap Melki.
Selain itu, Melki mengusulkan kelonggaran atau penundaan pembayaran pinjaman masyarakat terdampak gempa melalui perbankan maupun koperasi.
“Kelonggaran atau penundaan kewajiban pembayaran pinjaman bagi masyarakat terdampak, baik melalui perbankan maupun koperasi,” jelasnya.
Melki menegaskan, penanganan gempa Flores tidak boleh berhenti setelah masa tanggap darurat berakhir, tetapi harus dilanjutkan dengan pemulihan kehidupan masyarakat, pendidikan, konektivitas dan ekonomi.
“Seluruh aspirasi ini kami sampaikan agar penanganan tidak berhenti pada masa tanggap darurat, tetapi berlanjut pada pemulihan kehidupan, pendidikan, konektivitas, dan ekonomi masyarakat Flores,” pungkasnya. (*)









Tinggalkan Balasan