Mbay, KN – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, mengusulkan pembukaan Jalan Lintas Utara Flores kepada Presiden Prabowo Subianto, sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan pascagempa sekaligus membuka akses ekonomi di wilayah utara Flores.

Usulan itu disampaikan Melki, saat Presiden Prabowo meninjau langsung kondisi pengungsi, dan memimpin rapat penanganan gempa serta percepatan pemulihan di Posko Penanganan Gempa Bumi Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo, Rabu (26/8/2026).

Melki mengatakan, jalur utara Flores memiliki peran penting dalam mobilisasi bantuan setiap kali terjadi bencana.

“Selalu setelah gempa tahun 1992 ke sini, jalur utara kami selalu jadi penentu pergerakan bantuan. Dan kalau tidak bisa digerakin, berarti harus lewat udara atau laut,” kata Melki.

Ia kemudian meminta dukungan Presiden untuk mewujudkan pembukaan jalur utara Flores yang telah lama menjadi cita-cita pembangunan.

“Kalau boleh izin Pak Presiden, sejak jaman Gubernur Pak Ben Mboi dulu menjadi mimpinya kalau bisa utara kita buka Pak. Kalau utara dibuka itu, sektor produksi, pariwisata, ekonomi kita di utara itu terbuka, relatif Flores juga lebih berkembang,” ujar Melki.

Presiden Prabowo kemudian memastikan kembali maksud usulan tersebut. “Maksudnya terbuka pakai apa?” tanya Prabowo. “Jalan lintas utara Pak Presiden,” kata Melki.

Menanggapi usulan tersebut, Presiden Prabowo langsung meminta Menteri Pekerjaan Umum (PU) untuk menindaklanjutinya. “Rencanakan Menteri PU,” kata Prabowo. Menteri PU kemudian menjawab singkat. “Sudah direncankan,” timpalnya.

Selain konektivitas, Melki juga meminta dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan pendidikan dan ekonomi masyarakat terdampak gempa.

Ia mengusulkan penyediaan 500 tenda belajar dengan kapasitas sekitar 30-50 peserta didik per tenda agar kegiatan belajar mengajar segera kembali berjalan.

“Kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali dilaksanakan. Pendidikan harus segera berjalan, bukan hanya untuk memenuhi hak anak-anak, tetapi juga membantu mengurangi trauma akibat bencana,” ujar Melki.

Gubernur juga meminta keringanan atau dukungan pembiayaan pendidikan bagi anak-anak terdampak gempa, mulai dari jenjang SD, SMP, SMA hingga mahasiswa.

“Kami berharap ada keringanan atau dukungan pembiayaan pendidikan selama beberapa bulan agar keluarga korban tidak semakin terbebani,” ungkap Melki.

Selain itu, Melki mengusulkan kelonggaran atau penundaan pembayaran pinjaman masyarakat terdampak gempa melalui perbankan maupun koperasi.

“Kelonggaran atau penundaan kewajiban pembayaran pinjaman bagi masyarakat terdampak, baik melalui perbankan maupun koperasi,” jelasnya.

Melki menegaskan, penanganan gempa Flores tidak boleh berhenti setelah masa tanggap darurat berakhir, tetapi harus dilanjutkan dengan pemulihan kehidupan masyarakat, pendidikan, konektivitas dan ekonomi.

“Seluruh aspirasi ini kami sampaikan agar penanganan tidak berhenti pada masa tanggap darurat, tetapi berlanjut pada pemulihan kehidupan, pendidikan, konektivitas, dan ekonomi masyarakat Flores,” pungkasnya. (*)