Maumere, KN – Pemerintah menyiapkan sekitar Rp910 miliar, untuk mempercepat penanganan dan pemulihan infrastruktur akibat gempa bumi, yang melanda Flores.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan hal tersebut, dalam rapat koordinasi di Pos Komando Tanggap Darurat Sikka, Minggu (23/8/2026).
Hadir saat itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago.
Dody mengatakan, sekitar Rp810 miliar dialokasikan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi 155 kilometer jalan, sementara Rp100 miliar disiapkan untuk penanganan tanggap darurat.
“Kalau ada tambahan lagi nanti kita bisa bicara. Kita juga ini kan daerah bencana,” kata Dody.
Anggaran tersebut akan diarahkan berdasarkan hasil asesmen di lapangan dengan memprioritaskan infrastruktur yang paling mendesak.
Pemerintah pusat juga akan membantu proses pendataan dan verifikasi kerusakan sebelum pekerjaan permanen dilakukan.
Total sebanyak 3.942 rumah warga mengalami kerusakan, terdiri dari 854 rumah rusak berat, 824 rusak sedang dan 2.264 rusak ringan.
Gempa juga merusak fasilitas pendidikan, kesehatan, pemerintahan, rumah ibadah, jaringan air bersih, jalan dan jembatan.
Gubernur NTT Melki Laka Lena meminta perhatian khusus terhadap jalur utara Flores, terutama ruas yang menghubungkan Nagekeo, Ende dan Sikka.
Menurutnya, akses tersebut sangat penting untuk mobilisasi bantuan dan pemulihan masyarakat.
“Saya mau pastikan lagi memang setelah gempa ini utara itu nampaknya masih butuh juga untuk kita intervensi segera,” ujar Melki.
Selain jalan dan jembatan, Melki meminta percepatan asesmen terhadap sekolah, fasilitas kesehatan dan kantor pemerintahan agar masyarakat segera mendapat kepastian mengenai keamanan bangunan.
Ia juga mendorong penyediaan hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya rusak berat sehingga tidak terlalu lama tinggal di tenda pengungsian.
Pemerintah menargetkan penanganan dilakukan secara cepat dan terukur agar masyarakat terdampak dapat segera kembali menjalani kehidupan normal. (*/ab)









Tinggalkan Balasan