NGADA, KN — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, mendatangi tiga kawasan terdampak gempa bumi di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, yakni Desa Ta’do, Bekek, dan Lengkosambi Barat pada Sabtu (22/8).

Peninjauan langsung ini bertujuan untuk memastikan penanganan darurat serta distribusi bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran.

Di lokasi pengungsian, suasana diwarnai rasa haru sekaligus keprihatinan. 

Di bawah naungan balai warga beratap seng serta perbukitan terik, puluhan warga—termasuk para ibu yang memangku balita, lansia, dan anak-anak—duduk beralaskan lantai semen atau rumput kering. 

Beberapa warga terlihat menyapu air mata saat menuturkan kepanikan mereka tatkala guncangan gempa menerjang permukiman. 

Di titik pengungsian Bekek, posko dipusatkan di halaman Gereja St. Petrus dan Paulus, sementara di Lengkosambi Barat warga terpaksa mengungsi ke area pegunungan. 

Putusnya pasokan listrik serta gangguan jaringan komunikasi sempat menjadi hambatan utama pada masa awal penanganan.

Dalam interaksi tersebut, warga mengungkapkan bahwa persediaan makanan dan minuman relatif aman, namun mereka sangat membutuhkan kelengkapan tempat tidur, selimut, dan pelayanan medis. 

Menanggapi kebutuhan itu, Gubernur menyerahkan secara langsung bantuan logistik berupa beras SPHP, minyak goreng, mi instan, bantal, hingga selimut. Gubernur Melki meminta jajaran pemerintah daerah hingga tingkat desa untuk mengawal ketat penyaluran logistik. 

Ia juga menginstruksikan agar proses pendataan kerusakan rumah warga, kantor, Pustu, jembatan, dan fasilitas umum segera dirampungkan sebagai pijakan pemulihan.

“Kami pastikan pemerintah tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Dukungan akan terus berlanjut sampai masyarakat dan fasilitas publik benar-benar pulih,” ujar Melki Laka Lena saat berdialog dengan warga.

Gubernur menjelaskan bahwa setelah fase darurat usai, pemerintah akan memberikan dana stimulan perbaikan rumah sesuai tingkat kerusakan, yakni Rp15 juta untuk rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp70 juta untuk rusak berat.