Fauzi mengatakan, pengalaman masyarakat Sumatera Barat menghadapi gempa pada 2009 menjadi salah satu alasan masyarakat Minang ikut merasakan dan membantu masyarakat Flores yang kini menghadapi bencana.
“Karena kita pernah mengalami gempa tahun 2009. Bagaimana nikmatnya, bagaimana bahagianya diberi bantuan itu,” ujarnya.
Sementara itu perwakilan Partai Hanura diserahkan oleh pimpinan Partai Hanura Marwan Paris, yang juga merupakan tokoh masyarakat Minang.
Gubernur Melki menyampaikan bahwa solidaritas yang datang dari berbagai daerah menjadi kekuatan penting bagi masyarakat NTT dalam menghadapi situasi bencana.
“Dalam situasi seperti ini, yang paling penting adalah kita hadir bersama masyarakat. Bantuan dan kepedulian seperti ini memberikan kekuatan bagi saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit,” kata Gubernur.
Pemerintah Provinsi NTT bersama pemerintah kabupaten, unsur TNI-Polri, relawan, dan berbagai pihak terkait terus melakukan penanganan terhadap masyarakat terdampak, termasuk memastikan kebutuhan dasar dan pangan selama masa tanggap darurat terpenuhi.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh nasional asal NTT, di antaranya Goris Mere, Melchias Markus Mekeng, Andreas Hugo Parera, Rikard Bagun, dan Refafi Gah. Gubernur dan Wakil Gubernur NTT juga didampingi Bupati Sikka Yuventus Primus.
Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan terima kasih atas seluruh dukungan dan solidaritas yang terus mengalir dari berbagai daerah untuk masyarakat Flores yang terdampak gempa. (*/ab)









Tinggalkan Balasan