“Jujur, perasaan saya campur aduk melihat situasi ini. Saya tidak menyangka bisa sampai pada titik sejauh ini. Saya hanya menjalani semuanya dengan doa dan dukungan dari seluruh masyarakat NTT,” ungkap Delano.
Ia mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat dan rekan-rekan pelajar yang menyambut kepulangannya. Namun, di tengah situasi NTT yang sedang berduka, Delano berharap prestasinya dapat menjadi penyemangat bagi generasi muda.
“Sambutan ini membuat saya terharu. Apalagi daerah kita sedang menghadapi musibah. Saya berharap prestasi ini bisa menjadi spirit dan penyemangat bahwa dengan terus berjuang, berdoa, dan mengandalkan Tuhan, kita bisa meraih mimpi dan tujuan,” katanya.
Dari Giovani hingga Istana Negara
Perjalanan Delano di tingkat nasional tidak berhenti pada pengukuhannya sebagai Duta Pancasila. Dalam formasi Paskibraka Nasional 2026, ia dipercaya mengemban tugas sebagai Komandan Kelompok (Danpok) 8.
Kepercayaan tersebut menempatkannya dalam salah satu posisi penting saat menjalankan tugas pada Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, 17 Agustus 2026.
Bagi Delano, perjalanan dari ruang kelas SMA Katolik Giovani Kupang hingga berdiri dalam barisan Paskibraka Nasional merupakan proses panjang yang dibangun melalui disiplin, doa, dan dukungan banyak pihak.
Kini, ia kembali ke tanah kelahirannya bukan hanya membawa pengalaman dari Istana Negara, tetapi juga amanah baru sebagai Duta Pancasila 2026.
Amanah itu menjadi tanggung jawab bagi Delano untuk terus menjadi teladan bagi generasi muda NTT sekaligus membawa nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. (jdz/ab)









Tinggalkan Balasan