KUPANG, KN — Suasana halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur, tampak berbeda dan penuh semangat pada Rabu pagi (12/8).
Ratusan ASN dan pegawai lintas instansi yang mengenakan kemeja putih dan celana hitam rapi berkumpul di bawah teriknya sinar matahari pagi.
Di depan teras gedung ikonik tersebut, bendera papan catur putih-hitam dikibarkan secara simbolis oleh jajaran penggerak aksi bersama para pimpinan daerah untuk menandai pemberangkatan armada penyalur bantuan sosial ke berbagai penjuru kota.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma memimpin langsung prosesi pelepasan rangkaian kegiatan Bakti Sosial dan Anjangsana.
Agenda kemanusiaan ini diselenggarakan secara khusus dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Provinsi NTT Tahun 2026.
Dalam pengarahannya di hadapan jajaran pejabat dan peserta pelepasan, Melki Laka Lena menegaskan bahwa pemaknaan atas kemerdekaan bangsa tidak boleh sebatas kegiatan seremonial atau rutinitas tahunan semata.
Menurutnya, esensi perayaan harus menyentuh ranah kepedulian sosial yang nyata di tengah masyarakat.
“Kemerdekaan bukan hanya tentang upacara. Kemerdekaan harus terasa sampai ke hati mereka yang sedang membutuhkan,” tegas Melki Laka Lena saat menyampaikan sambutannya di lokasi acara.
Aksi nyata kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi dari 64 instansi—terdiri dari organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov NTT, BUMN, BUMD, hingga instansi vertikal—yang bahu-membahu mengumpulkan dan menyalurkan paket bantuan pangan serta pendidikan.
Bantuan berupa beras, telur, susu, kacang hijau, bahan harian, hingga perlengkapan sekolah disalurkan secara serentak ke 23 titik sasaran.
Wilayah penjangkauan mencakup 21 panti asuhan, yayasan, dan komunitas sosial, hingga warga binaan di dua lembaga pemasyarakatan, yakni Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Kupang dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Kupang.
Saat melepas rombongan penyalur bantuan, Melki Laka Lena juga mengingatkan seluruh aparatur dan elemen masyarakat akan pentingnya solidaritas sosial sebagai fondasi utama dalam membangun daerah.
Bantuan barang kebutuhan sehari-hari yang diserahkan diharapkan dapat meringankan beban serta membawa pesan kehangatan kepada warga yang membutuhkan.
“Kemerdekaan sejati bukan ketika kita hanya bebas berdiri sendiri. Kemerdekaan sejati adalah ketika tidak ada saudara kita yang merasa sendirian,” ujar Melki Laka Lena di halaman Gedung Sasando.
Usai pengarahan, dilakukan prosesi pengibaran bendera start sebagai pertanda diberangkatkannya tim distribusi bantuan ke seluruh lokasi tujuan.
Para pejabat, pimpinan BUMN, BUMD, dan OPD yang hadir turut mengabadikan momen bersama, mempertegas sinergi lintas lembaga dalam memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian sosial di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur. (agn)



Tinggalkan Balasan