PBVSI Kabupaten Ende berharap Soekarno Cup dapat menjadi agenda tahunan yang konsisten sehingga kompetisi menjadi bagian dari sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda, SH., MH, memberikan apresiasi kepada DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ende dan seluruh panitia atas inisiatif menyelenggarakan turnamen tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa penggunaan nama Soekarno Cup memiliki makna historis yang sangat kuat bagi Kabupaten Ende sebagai kota tempat Bung Karno menggali dan merumuskan nilai-nilai Pancasila.

“Nama Soekarno bukan sekadar identitas sebuah turnamen. Nama itu mengingatkan kita pada keberanian, persatuan, serta keyakinan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah takut menghadapi tantangan,” kata Bupati.

Kepada seluruh atlet, Bupati berpesan agar menjadikan setiap pertandingan sebagai ruang membangun karakter.

“Jadikan setiap servis sebagai awal perjuangan, setiap blok sebagai simbol keberanian, setiap smash sebagai ledakan semangat meraih kemenangan, dan jadikan sportivitas sebagai kemenangan yang paling mulia. Juara sejati bukan hanya mereka yang mengangkat piala, tetapi mereka yang bertanding dengan hati, menghormati lawan, dan menginspirasi banyak orang.”

Bupati juga berharap dari Soekarno Cup I akan lahir atlet-atlet muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Ende pada berbagai kejuaraan tingkat Provinsi maupun Nasional.

Acara pembukaan turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Ende Fransiskus Taso, Wakil Ketua DPRD Flavianus Waro, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Ende dan DPRD Provinsi NTT, tokoh PDI Perjuangan, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ende, unsur Forkopimda, serta ratusan masyarakat pencinta bola voli.

Turnamen Soekarno Cup I diharapkan menjadi titik awal kebangkitan kompetisi bola voli di Kabupaten Ende sekaligus memperkuat ekosistem pembinaan atlet yang berjenjang, profesional, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya PBVSI membangun prestasi olahraga Nusa Tenggara Timur menuju PON 2028.