Sementara itu, pembangunan SUTT 150 kV Kupang Peaker-Naibonat sepanjang 50 kilometer sirkuit telah mencapai progres 65,47 persen, sedangkan GI 150 kV Naibonat IBT berkapasitas 60 MVA telah mencapai progres 77,87 persen dan saat ini masih dalam tahap konstruksi. Kedua infrastruktur tersebut ditargetkan beroperasi pada Desember 2026.

Dalam kesempatan yang sama, Executive Vice President Manajemen Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua (MKJ), Widya Anggoro Putro, mengapresiasi pencapaian kinerja PT PLN (Persero) UIP Nusra sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi penyelesaian proyek sesuai target kinerja perusahaan.

Ia juga menekankan bahwa PLN memiliki peran penting dalam mendukung agenda transisi energi nasional, termasuk pelaksanaan Program 100 GW Solar yang menjadi prioritas pemerintah.

“Jumlah proyek yang harus diselesaikan akan terus meningkat. Karena itu, diperlukan pengambilan keputusan yang cepat, percepatan perizinan, serta komunikasi yang efektif dengan seluruh pemangku kepentingan agar setiap proyek dapat berjalan sesuai target,” ujar Widya.

Ia menambahkan, pada tahun 2026 PT PLN (Persero) UIP Nusra mengelola 23 proyek ketenagalistrikan, dan jumlah tersebut diproyeksikan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang seiring implementasi RUPTL 2025-2034. Oleh karena itu, penguatan sinergi, kerja sama tim, serta inovasi menjadi kunci keberhasilan dalam menyelesaikan proyek-proyek strategis tersebut.

Rapat konsinyering ini menjadi wadah penyelarasan strategi, penyelesaian berbagai tantangan proyek, serta penguatan komitmen seluruh insan PT PLN (Persero) UIP Nusra dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal, berkelanjutan, dan selaras dengan target transisi energi nasional.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama serta pemberian penghargaan kepada unit-unit yang menunjukkan kinerja terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam mendukung pencapaian target perusahaan. (Humas PLN)