Dirut TI Bank NTT: Kepercayaan nasabah adalah aset terbesar, layanan digital harus aman dan andal

Kupang, KN – PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (BPD NTT) atau Bank NTT terus memperkuat fondasi transformasi digital. Langkah ini dilakukan untuk menjamin keamanan data nasabah dan keandalan layanan perbankan di era digital.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui partisipasi Bank NTT dalam Workshop Infrastruktur Data Center (DC) dan Disaster Recovery Center (DRC) yang digelar di Jakarta pada 16 Juni 2026 lalu.

Kegiatan itu menjadi bagian dari strategi Bank NTT meningkatkan kapasitas pengelolaan teknologi informasi. Tujuannya untuk memperkuat sistem keamanan sekaligus memastikan keberlangsungan operasional layanan digital yang kini menjadi kebutuhan utama nasabah.

Keamanan Data Jadi Prioritas Utama

Direktur TI dan Operasional Bank NTT, Rahmat Saleh, menegaskan penguatan infrastruktur digital adalah langkah penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan.

“Keamanan data dan layanan nasabah merupakan prioritas utama Bank NTT. Karena itu, kami terus melakukan penguatan infrastruktur teknologi informasi agar seluruh layanan dapat berjalan secara aman, stabil, dan dapat diandalkan kapan saja dibutuhkan masyarakat,” kata Rahmat kepada wartawan, Rabu (1/7/2026).

Menurut Rahmat, pesatnya perkembangan layanan perbankan digital menuntut bank memiliki sistem yang tidak hanya cepat dan modern, tetapi juga memiliki tingkat keamanan tinggi serta mampu mengantisipasi berbagai risiko operasional.

Salah satu upaya yang dilakukan Bank NTT adalah memperkuat fungsi Data Center sebagai pusat pengelolaan data dan sistem perbankan. Selain itu, Bank NTT juga mengoptimalkan Disaster Recovery Center (DRC) yang berfungsi sebagai pusat pemulihan cadangan jika terjadi gangguan pada sistem utama.

“Data Center dan Disaster Recovery Center menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan layanan. Jika terjadi gangguan akibat faktor teknis, bencana alam, maupun ancaman siber, maka sistem cadangan dapat segera diaktifkan sehingga pelayanan kepada nasabah tetap berjalan,” jelasnya.

Tingkatkan Kompetensi SDM dan Standar Layanan

Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan materi terkait pengelolaan pusat data modern, keamanan siber, manajemen risiko TI, tata kelola infrastruktur digital, hingga strategi pemulihan layanan sesuai standar industri perbankan.

Rahmat menyebut peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang teknologi informasi juga menjadi perhatian serius Bank NTT. Pengembangan SDM dinilai harus berjalan beriringan dengan penguatan infrastruktur agar transformasi digital berjalan optimal.

“Teknologi terus berkembang dan tantangan keamanan digital semakin kompleks. Karena itu, Bank NTT harus terus meningkatkan kompetensi SDM sekaligus memperkuat infrastruktur agar mampu memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan investasi pada penguatan Data Center dan Disaster Recovery Center akan memberi manfaat langsung bagi nasabah. Selain meningkatkan keamanan data dan transaksi, langkah itu juga mendukung ketersediaan layanan digital secara berkelanjutan, mulai dari mobile banking, ATM, hingga berbagai layanan elektronik lainnya.

Dengan infrastruktur yang semakin kuat, Bank NTT optimistis dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, aman, dan terpercaya. Hal ini sekaligus mendukung percepatan transformasi digital sektor perbankan di Nusa Tenggara Timur.

“Kepercayaan nasabah adalah aset terbesar kami. Oleh karena itu, Bank NTT akan terus membenahi teknologi, keamanan informasi, dan pengembangan SDM agar mampu menghadirkan layanan perbankan yang modern dan berdaya saing,” tutup Rahmat Saleh. (oke/ab)