Kehadiran Pemkot Kupang mempertegas komitmen bersama demi mewujudkan Kupang yang lebih namas (nyaman, aman, manis, dan sehat).

Menariknya, kepedulian lingkungan dalam acara ini tidak hanya terlihat dari penanaman mangrove, tetapi juga dari penerapan konsep ramah lingkungan yang ketat. 

Seluruh peserta diwajibkan membawa tumbler dan kotak bekal kosong sendiri dari rumah guna menekan angka sampah plastik sekali pakai. Wadah kosong tersebut kemudian diisi dengan panganan lokal khas NTT sebagai bagian dari kampanye diversifikasi pangan.

Selain aksi penyelamatan lingkungan, kegiatan yang juga dihadiri oleh anak-anak Sekolah Damai Noelbaki dan komunitas lokal ini diisi dengan edukasi literasi keuangan dari Duta Rupiah Flobamorata mengenai materi “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah”.

Melalui sinergi ini, Pemkot Kupang bersama para pemuda mengirimkan pesan kuat bahwa merawat lingkungan dan kedaulatan ekonomi adalah tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari aksi nyata hari ini. (agn)