Kupang, KN – Direktur Utama, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur (NTT), Charlie Paulus, membantah isu, yang menyebut adanya hubungan tidak harmonis, antara manajemen dan para pemegang saham di tubuh Bank NTT.
Isu ketidakharmonisan hubungan antara Dirut Bank NTT dan para pemegang saham ini berhembus kencang di berbagai media, jelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTT, yang berlangsung Jumat (15/5/2026) di Ende.
Menurut Charlie Paulus, hingga saat ini hubungan antara manajemen dan para pemegang saham berjalan baik, dan tidak ada persoalan berarti sebagaimana isu yang berkembang di publik.
“Saya tidak merasa dan tidak melihat ada hubungan yang tidak harmonis seperti yang disampaikan. Semuanya biasa-biasa saja, hubungan baik-baik saja,” ujar Charlie Paulus, yang dihubungi media, Rabu (13/5/2026) malam.
Ia juga menjelaskan, kontribusi Bank NTT terhadap pemerintah daerah tidak hanya diwujudkan melalui pembagian dividen, tetapi juga lewat dukungan langsung kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, saat ini Bank NTT kembali diperbolehkan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) setelah sempat dihentikan pada tahun 2019. Program tersebut, diyakini mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan usaha masyarakat.
“Bank NTT sekarang mulai boleh menyalurkan KUR kembali setelah dihentikan pada tahun 2019. Program KUR ini secara langsung membantu para pengusaha UMKM,” katanya.
Terkait pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Charlie berharap seluruh agenda dapat berjalan lancar. Ia menilai manajemen selama ini telah menyampaikan laporan dan capaian perusahaan secara terbuka kepada para pemegang saham.
“Semoga semua berjalan lancar, karena selama ini pengurus juga telah melaporkan hasil-hasil yang dicapai perusahaan,” pungkasnya. (*)



Tinggalkan Balasan