KUPANG, KN – Suasana haru sekaligus membanggakan menyelimuti SLB Asuhan Kasih Kupang pada Senin (11/5). Ratusan pasang mata menjadi saksi pembukaan festival bergengsi bagi anak-anak berkebutuhan khusus: FLS3N, O2SN, dan LKS Tingkat MKKS SLB se-Kota Kupang Tahun 2026.

Ajang yang mengusung tema Disabilitas Berprestasi, Mandiri dan Berkarya untuk Bangsa ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 11–13 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi ruang inklusif bagi para siswa untuk membuktikan bahwa keterbatasan fisik maupun intelektual bukanlah penghalang untuk bersinar di bidang seni, olahraga, dan keterampilan.

Mewakili Pemerintah Kota Kupang, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Hengky C. Malelak, S.STP., M.Si., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya yang menyentuh hati, Hengky menegaskan bahwa acara ini merupakan panggung harapan.

“Bagi pemerintah, hari ini bukan sekadar pembukaan lomba. Hari ini adalah panggung yang menunjukkan kepada kita semua bahwa keterbatasan tidak pernah menjadi penghalang untuk berprestasi, berkarya, dan memiliki mimpi yang tinggi,” ujar Hengky.

Ia juga mengutip pesan Paus Fransiskus dengan menyebut para peserta sebagai bintang-bintang yang bersinar di langit Nusantara. Ia menekankan pentingnya memberikan kesempatan, bukan sekadar belas kasihan. “Kalian adalah anak-anak hebat yang harus diberikan kesempatan untuk tampil, belajar, menang, bahkan untuk bangkit kembali menjadi lebih hebat,” tegasnya.

Ketua MKKS SLB Kota Kupang, Amini, S.PdI., M.Pd., menambahkan bahwa potensi siswa SLB di Kota Kupang tidak bisa dipandang sebelah mata. Beberapa siswa bahkan telah menembus kancah internasional, terutama di bidang olahraga.

“Lihatlah kemampuannya. Anak-anak kita sudah berprestasi hingga tingkat internasional. Ini bukti nyata mereka mampu bersaing,” kata Amini dengan nada bangga.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia, Yuliana Margarita Kono, S.Pd., Gr., melaporkan bahwa tahun ini sebanyak 34 peserta siap bertanding dalam 28 mata lomba. Fokus utama dari kegiatan ini adalah:

  • Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN): Menanamkan sportivitas dan semangat pantang menyerah.
  • Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N): Wadah ekspresi bakat dan perasaan melalui seni dan sastra.
  • Lomba Kompetensi Siswa (LKS): Mengasah keterampilan praktis menuju kemandirian masa depan.

Sejak pagi hari, antusiasme peserta sudah terlihat jelas. Sebagian siswa tampil anggun dengan kostum seni yang berwarna-warni, sementara sebagian lainnya bersiap dengan seragam olahraga, memancarkan kepercayaan diri yang tinggi.

Apresiasi juga diberikan kepada para guru dan orang tua yang menjadi pilar pendukung utama di balik ketangguhan para siswa. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Kota Kupang kembali menegaskan komitmennya sebagai kota yang ramah pendidikan inklusif, di mana setiap anak dimuliakan. (*)